Terkadang untuk malakukan suatu hal kita merasa akan ada waktu yang tepat untuk melakukanya sehingga kita menunda-nunda untuk melakukan hal tersebut. Sementara tanpa kita sadari hal yang seperti itu akan menghambat kita atau membuat kita tertinggal. Kita memang perlu manyesuaikan apa yang kita lakukan dengan mood atau perasaan kita tapi kadang kompromi yang terus kita lakukan dengan perasaan ini membuat kita lupa bahwa waktu itu tidak mungkin akan kembali. Mungkin memang ketika semua sudah sesuai perasaan, mood dan keinginan untuk melakukan hal itu, kita akan melakukannya tanpa beban dan hasilnya juga akan maksimal. Tetapi mungkin itu akan membuat kita kehilangan kesempatan, yang tadinya ekspektasi kita akan menjadi hal yang baik tapi malah bukan itu yang kita dapat melainkan kekesalan karena kita telah lalai dan menyianyiakan waktu. Memang ini akan menjadi dilema yang sangat panjang ketika kita harus memilih antara prioritas dan sesuatu yang sebenarnya ingin kita kompromikan.Senin, 15 November 2010
Kompromi
Terkadang untuk malakukan suatu hal kita merasa akan ada waktu yang tepat untuk melakukanya sehingga kita menunda-nunda untuk melakukan hal tersebut. Sementara tanpa kita sadari hal yang seperti itu akan menghambat kita atau membuat kita tertinggal. Kita memang perlu manyesuaikan apa yang kita lakukan dengan mood atau perasaan kita tapi kadang kompromi yang terus kita lakukan dengan perasaan ini membuat kita lupa bahwa waktu itu tidak mungkin akan kembali. Mungkin memang ketika semua sudah sesuai perasaan, mood dan keinginan untuk melakukan hal itu, kita akan melakukannya tanpa beban dan hasilnya juga akan maksimal. Tetapi mungkin itu akan membuat kita kehilangan kesempatan, yang tadinya ekspektasi kita akan menjadi hal yang baik tapi malah bukan itu yang kita dapat melainkan kekesalan karena kita telah lalai dan menyianyiakan waktu. Memang ini akan menjadi dilema yang sangat panjang ketika kita harus memilih antara prioritas dan sesuatu yang sebenarnya ingin kita kompromikan.Minggu, 31 Oktober 2010
Ikhlas
Berat rasanya melupakan apalagi memaafkan,
setelah apa yang telah kau perbuat.
Tidak rela sangat tidak rela,
kau pergi begitu saja tanpa memikirkanku tanpa rasa bersalah.
Di manakah tanggung jawab ketika kau memintaku menjadi seseorang yang selalu dihatimu?
sungguh kau lupa akan semua itu.
Benci hanya kebencianku yang tersisa,
tak ada lagi manja apalagi tawa.
Aku melemah hingga hampir hilang arah,
tapi cepat aku tersadar bukan ini akhir segala
bahkan mungkin awal menyadari tak ada yang abadi di dunia ini.
Setelah berpikir panjang dan melewati hari demi hari dengan kebencian padamu
ternyata tak membuatku menjadi lebih baik malah membuatku menjadi hancur karena itu hai seseorang yang pernah ada d hatiku ku relakan engkau, ku doakan semoga bahagia sehingga ikhlaslah diri dan hati ini.
Jumat, 29 Oktober 2010
Baru nge-Blog
Uda sering dengar kata "blog" tapi ngak pernah ngerti apa tu blog dan bagaimana cara menggunakannya.
Sampai suatu hari ke warnet dan iseng-iseng buat akun baru blog. Tapi sampai hari ini belum juga ngerti bagaimana mengelolanya, so ini adalah tulisan pertama yang di posting ke blog sebagai bahan uji coba ngeblog hehe^^.
Sampai suatu hari ke warnet dan iseng-iseng buat akun baru blog. Tapi sampai hari ini belum juga ngerti bagaimana mengelolanya, so ini adalah tulisan pertama yang di posting ke blog sebagai bahan uji coba ngeblog hehe^^.
Langganan:
Postingan (Atom)